Ternyata Begini Cara Pedagang Mewarnai Anak Ayam Supaya warna warni

Ternyata Begini Cara Pedagang Mewarnai Anak Ayam Supaya warna warni
Anak ayam warna-warni tentu sudah tak asing kedengarannya bagi orang banyak. Sebab anak ayam berwarna-warni sangatlah imut dan menggemaskan. Kerap dijual di pasar. Bahkan anak-anak paling sering membelinya. Tapi tahukah anda mengapa anak ayam bisa berbulu demikian?

Warnanya bisa merah muda (pink), kuning, oranye, ungu, hijau, atau warna menarik lainnya. Akan tetapi bulu berwarna yang tidak biasa tersebut bukanlah warna bulu alami dari anak ayam usai menetas. Para pedagang yang memberi warnanya. Lantas bagaimana cara pedagang mewarnainya?

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa pedagang akan mengecat bulu anak ayam dengan menggunakan kuas cat. Satu persatu anak ayam dicat dengan warna yang sangat disukai oleh anak-anak. Namun ketahuilah ternyata bukan seperti itu caranya.

Sebuah video menampilkan cara mewarnai anak ayam sebelum dijual di pasar. Ternyata anak-anak ayam tersebut diberi warna seperti memberi bumbu pada keripik. Tampak dalam video anak ayam dicat dengan berwarna hijau.

Anak-anak ayam tersebut ditaruh ke dalam sebuah wadah besar kemudian diberikan cat berwarna hijau. Lalu anak-anak ayam diaduk-aduk dengan menggunakan tangan. Ya, hal demikian mirip seperti keripik yang sedang dibumbui. Setelah warna terkena cat secara merata, maka ayam-ayam tersebut mulai dikeringkan. Melihat hal ini sejumlah netizen nampak kaget hingga ada yang menjadi marah.

“Jahat sekali, dasar jahat. Kesel kasihan anak ayamnya,” ucap salah satu warganet.

“Berasa nyampur keripik pake bumbu yee,” kata Fang Zhao.

“Ini sadis padahal aku suka ayam imut-imut,” ujar Syahreja RBLX.

Lebih mirisnya ada netizen yang menyebut sang pedagang anak ayam warna-warni tidak punya hati dan hanya menginginkan untung yang besar saja.

“Cara buatnya membuat saya pingin tabok kepalanya, mau cepat dapat untung besar tapi tak punya hati… Rasanya ingin saya kampanyekan agar jualan ayam berwarna ini tidak laku,” sebut Mas Regard Siapilapil.

“Bapa ini otaknya sering kena terik matahari karena kepala bagian tengahnya gaada rambut jadi dah korslet jualan beginian,” imbuh Febrian Nashrullah.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *